Aku Tertawa

Apakah.. aku terlalu dungu
Hingga riakpun mampu kau kendalikan
Apakah.. aku tak berharga
Hingga kau menghanyutkanku dalam lamunan jelaga
Apakah.. aku buta
Hingga kau mampu melewatiku dengan duri yang menganga
Apakah.. Aku begitu tuli
hingga bisikanmmu tak lagi terdengar,
lebih hening dari suara nafas
melantunkan getaran ombak, 
yang mampu memberikan ombak sekecil dan sebesar apapun kau mau
Namun kau harus tau…
aku tidaklah sehina yang kau tau
aku tidak sekecil yang kau tau
Kali ini… kamu salah
Kali ini… aku yang menertawakanmu
kali ini… aku berpijak pada kakiku
untuk membentang dinding baja
agar kau tak mampu merasuk hina ke dalam hatiku
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s