Prompt #1: G-String Merah

CRV berwarna hitam dengan plat tiga angka itu akhirnya memasuki sebuah teras kos-kosan di bilangan Jakarta selatan. Seorang lelaki dengan perawakan tinggi 170 cm dan memiliki warna kulit kecoklatan itu turun dari mobilnya, lalu mengambil handphone nya.

“Jack… gue dah sampe depan rumah lo, nih”

“Oh ok, Elu langsung masuk kamar aja dulu ya. Gw masih mandi nih”

Mehhh… Dion nyengir. Jaman sekarang. Mandi, hape juga dibawa. Watsapan sambil mandi. Dion terkekeh sendiri. Dia menuju kamar nomor dua di deretan kanan. Dibukanya pintu yang memang tak pernah terkunci, lalu masuk.

Kamar itu tak terlalu luas. Dipenuhi dengan barang-barang praktis. Dion menggelesot di lantai bersandarkan tempat tidur. Tapi tiba-tiba matanya tertarik pada sesuatu yang berwarna merah yang sedikit menyembul keluar dari bawah bantal. Penasaran, karena hampir tak ada baju setahu Dion yang berwarna merah di kamar ini, ditariknya benda berwarna merah itu.

Dion terkesiap. G-String? G-String warna merah?

Gambar

“Jack, apa ini? G-string? Punya siapa? “

Dion seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Seketika perasaannya menjadi campur aduk. Dion sangat tau betul model dan warna G-string itu. Selama ini Dion memang tak pernah bercerita pada Jack bahwa ia memiliki seorang pacar bernama Naura. Dan G-string itu adalah milik Naura, bukti jahitan bertuliskan nama Naura jelas terpampang di bagian belakang G-string tersebut.

“Oh ini… punya sahabat gue yang cinta mati ama cowoknya tuh. Semalam dia ke sini, katanya abis memadu kasih ama tu cowok. Eh dia nyuci tu G-string di tempat gue, ketinggalan deh.”

Belum sempat Dion berkata-kata lagi, tiba-tiba pintu kosan nya dibuka oleh seseorang. Dion dan Jack tersentak kaget.

“Naura?.” Sapa Dion dengan suara parau, sementara jack menyapa Naura dengan nada senang.

“Lho, kalian saling kenal?,” tanya Dion menunjuk Jack dan Naura. Naura pun menanyakan hal yang sama.

“Eh…?” ekspresi Naura tampak heran namun tersirat senang

“Jack…. ini lho cintaku yang selalu gue ceritakan itu, tadinya mau gue kenalin pas kita ketemuan nanti sore, tapi ternyata kalian udah kenal yaa? Hihihi, dunia emang sempit, ya?”

Lalu ketiganya membisu. Hingga sebuah ucapan dengan nada sedikit berteriak menahan pedih keluar dari mulut Jack.

“Diooooonn… how could u?.” Jack tiba-tiba menyentak Dion
“Gilingan, Kanua pecongan plus sutra nidurin pere ini semalam setelah sehari sebelumnya kanua kencana sama akika?.” Jack keluar dari kamar kosan nya sambil menangis dengan tergopoh ala waria.

“Jack… Jackelyn…,” suara Dion memanggil nama Jackelyn alias Jack, sementara Naura terdiam seperti shock melihat hantu, hingga akhirnya pingsan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s