Riak Yang Terurai

Saat hari merasuk malam

Jelaga mendekat membuka riak

Sejuta asa seolah nampak dalam garangya rautmu

Memberikan nuansa carut dengan nafas hujatan

Namun, nafasmu bukan nafasku

Aku bernafas dengan caraku sendiri

Dan menahan gerimis memilukan wajahku

Hingga aku semakin tersadarkan

Kini… langkah itu semakin jelas

sepenggal kisah yang terurai

Akan menjadi bingkai foto dalam perjalanan luas

Tak terkecuali kamu

Berjalanlah sejauh mungkin

mangali45

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s