Pada Akhirnya… Aku Ingin

Pada akhirnya…. akulah yang tersakiti

Ketika dinding yang kubuat semakin tinggi, justru semakin membuatku tak mampu melangkah

Pada akhirnya… akulah yang terampas pilu

Ketika wajahmu menyeringai tak beraturan

Pada akhirnya… akulah yang berserakan

Ketika puzzle dan simbol hati itu kucoba tata kembali

Pada akhirnya… akulah yang tertatih

Ketika jeritan tak lagi mampu kuungkapkan

Pad akhirnya… mendungpun semakin pekat dengan warnanya

Ketika tak ada lagi binar wajahmu dalam pangkuan ragaku

*****

Aku ingin… inilah saatnya

Untuk kembali menyulam benang yang terputus

Aku ingin… inilah saatnya

Kutebar seyum dengan penuh cita dan pengharapan

Aku ingin… inilah saatnya

Rangkaian rasa kuemban kembali untukmu

Aku ingin… inilah saatnya

Sebuah nafas baru kuhembuskan ke dalam tungku api

Karena ku tau…. inilah hidupku dengan sejuta cinta dalam hatimu

Cinta yang akan tetap bersemayam dalam indahnya sanubari cahya

Pada akhirnya… Aku ingin kau tau, gerimis pilu tak lagi bersamaku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s