Inikah Cinta?

“Bagaimana aku bisa mengatakan pada Nayla, sahabatku, bahwa anak yang bersamaku ini adalah anak dari Kapten Bhirawa”. Pertemuan 6 bulan lalu dengan Kapten dan rentang waktu bersama Nayla yang sudah terpaut satu tahun tak berjumpa, kini menghadirkan seorang anak yang aku asuh. “Apa yang harus aku katakan pada sahabatku Nayla, kelak ia pulang dari Mesir, malam ini?”

Aku rela melakukan apapun untuk kapten Bhirawa, bahkan ketika aku harus tiba-tiba saja berangkat tengah malam ke Surabaya demi memenuhi panggilannya, termasuk harus merawat anak bungsunya hasil dari hubungan dia dengan selingkuhannya yang hingga saat ini aku tak tahu seperti apa sosoknya. Aku tak berdaya, aku rela mencurahkan segala isi hatiku hanya padanya. Dan bagiku, surat cinta yang kuterima dari kapten sudah sangat jelas, bahwa ia pun mencintaiku. Meskipun kami tahu bahwa hubungan ini rumit dan terlarang, karena di sudut Surabaya sana ada sebuah keluarga yang tersakiti olehku. “Oh Tuhan, bagaimana ini?”

Kini, aku hanya berharap bahwa dia akan kembali menyusulku ke Jakarta lalu menyelesaikan semua persoalan ini. Aku sungguh tak mampu jika harus menghadapi ini sendirian. Meski harus kembali kukorbankan jiwa dan ragaku untuknya, aku rela. Datanglah untukku, kapten. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu…

“Nayla… Kapten?” Wajah Jance penuh tanda tanya

“Maafkan aku, Jance,…” Suara Kapten Bhirawa terdengar pilu.

“Aku tak memberitahumu bahwa anak yang kutitipkan ini adalah hasil dari hubunganku bersama sahabatmu, Nayla”.

Jance, seorang waria yang jatuh cinta pada seorang biseksual seperti kapten Bhirawa akhirnya hanya bisa diam, tertegun dan jatuh pingsan.

*****

Cerita ini diikutsertakan dalam Flash Fiction Writing Contest Senandung Cinta

Advertisements

8 comments on “Inikah Cinta?

  1. kok nggak ada kalimat penutup dan linknya jeng

  2. Mantap Mba ceirtamu, hanyut mendawai merasuk dalam setiap pori-pori. Sukses GA nya.

    Slam wisata

  3. kakaakin says:

    Agak bingung dengan tokoh2nya, Mbak…

  4. irmasenja says:

    Sukses y mak,…hayuulah kita belajar bikin FF. yang masih bingung mau nulis FF apa untuk ikutan kontesmya pakde ini hiksss….

  5. Nayla…. Mba Mira, Membuat fiksi memang harus all out ya, hehee…

  6. wew, kapt bhirawa potensial disukai laki2 deh kayaknya. ff-ku juga ber-ending sad mak 🙂 semoga sukses ngontesnya ya mak Mira

  7. diah says:

    berarti si Jance ngejagain anak Nayla dong yah Mbak? trus setelah itu gmana nasib Jance Mbak? heheh..

    saya juga kemarin ikutan ini 😀

  8. Eva Arlini says:

    karya fiksi menuntut imajinasi yang luas. itulah yang belum saya miliki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s