Racau di Sudut Rasa

Hai kamu!
AKu tak tahu lagi bagaimana merenda partikel rasa yang berserakan
Adanya kamu semakin membuatnya tak beraturan, seperti mengasa untuk membuatku luluh
Mungkinkah ini hanya tatapan sesaat akan hausnya dahagamu? Atau, kamu senang dibuatnya?
Tak hanya sekali, ini seperti menjadi asonansi untukmu. Dimana kau letakkan hatimu?
Semua yang ada pada dirimu semakin lama menjadi klise, entah dimana iba-mu akan sebuah rasa
Ah, aku tak lagi memiliki aksara yang mampu menyimpan pesan untukmu
Hanya ada sebuah elegi yang tercatat rapi dalam lembaran yang menghitam
Pergi saja… sudah cukup episode kali ini. (Kesal)

Hai kamu…
Aku mungkin tak mampu menjanjikan apapun
Setiap rasa yang hadir antara kita selalu menjadi bait terindah dalam syair kehidupan ini
Meski tak ada ikatan, meski tak ada kepastian… Tuhan sangat tahu yang terbaik bagi kita
Bahkan jika mahligai itu kelak menepi, maka yakinlah dengan kesungguhanku
Biarlah waktu membingkai kisah yang terjalin dalam setiap langkah kita
Menambatkan harap akan sebuah keindahan yang tak mampu terelakkan lagi
Hingga Tuhan membawa kita pada sebuah masa. (Galau ga jelas)

Kamu?
Rindu…rindu oh rindu
Ada rindu di sudut hati yang mencoba menepi, menginginkan sebuah muara yang menenangkan
Hmm… Bagaimana aku menampik adanya dirimu dalam utopiku?
Setiap saat, aromamu tak mampu membuatku bernafas dengan tenang, serupa nada dengan irama tak biasa
Wajahmu ada di setiap tatapanku. Dekat, hingga aku mampu merasakan desahanmu
Ah…sesak menahan rindu ini. Penat dengan pencarian kisah tak berkesudahan ini
Aku hanya terdiam, menelisik rasa pada sudut terdalamku
Hening, bahkan angin pun tak mampu menyampaikan rasa ini
Apakah kamu tau itu? (Kangen banget)

Kamu ini, ya…
Kamu ini cuek, tapi aku suka karena tak harus berpura-pura denganmu. Aku bebas menjadi diriku sendiri
Kamu ini terlalu manja, tapi aku suka karena aku merasa mampu menjadi pelindungmu
Kamu ini mandiri, membuat aku terpana setengah mati dengan kesungguhanmu
Kamu ini lembut, membuat aku merasa orang paling dicintai olehmu
Kamu ini lincah, membuat hariku tak pernah kesepian
Kamu ini ya kamu, dengan segala yang ada pada dirimu
Apapun itu, aku suka. Hhmmm… kamu ini ya… (mandangin foto yayang yang bikin gemes)

*********************

Sebuah Inspirasi dari kicauan Linimasa, masih dari sudut pandang pria

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s