Meiosis

Pada fajar yang sunyi, aku mengaduh tanpa suara
Bahkan Sepi kian memekik ruang asa yang yang melangkah resah
Pagi, apa yang kau tawarkan padaku esok hari?
Mungkinkah secercah harap, atau hanya kembali sebuah imaji?

Aku berjalan seperti safih. Benarkah?
Adakah nyata itu serupa pepohonan dengan daun yang mengering?
Sejuta tanya merengkuh dalam kealpaan yang mulai menghujat
lelah, dimana rusuk yang mampu menopang raga ini?

Lorong ini terasa begitu panjang
Tak mungkin kuabaikan meski dengan tertatih
Ingin Kutapaki dengan harap akan sebuah mabrur
Yang tak perlu kembali untuk sebuah peluh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s