Serupa Malam

Saat rasa menenggelamkan logika
Hanya ada MAU yang tercipta
Nalar tak lagi berbicara
Hanya ingin, dan ingin semua tersampaikan

Kamu yang pernah katakan sayang padaku
Kemana kau labuhkan hati yang kau tanam?
Mungkinkah tak ada lagi harap dari dirimu?
Atau semua ini nampak semakin bias adanya?

Ahh, nyatanya rasa tak selamanya indah
Ada saat semua itu hanya butiran debu, yang kapan saja bisa pergi tertiup angin
Menyatu dengan tangkai atau dedaunan yang mengering
Dan akhirnya hanya terserak tak berarti

Jika masih ada rindu itu padamu
Jika masih ada rasa yang dulu pernah kau ucapkan
Mengapa tak kau dekap aku lebih dalam
Seperti semilir angin yang menyentuh lembutnya kulit, serupa dengan aroma nafasmu yang mengikatku.

Untuk malam yang setia denganku…
Ikatlah aku dalam heningmu
Meski sunyi, sepi…
Aku harap kita akan serupa dalam malam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s