Fiksi : Lupa!

Terkadang, aku bisa saja lupa dengan beberapa hal yang aku kerjakan. Entah itu hanya sekedar ingin mengungkapkan sesuatu, atau ketika aku lupa menyimpan barang yang kubutuhkan. Ah, ya… apakah aku dengan mudahnya lupa? Atau aku sudah semakin menua?

*****

“Apakah kamu sudah melupakannya?”, tanya Della

“Hmmm….”

“Kok, hmm doang sih?”

Entahlah, pertanyaan Della itu seperti membuat bibirku kelu untuk menjawabnya. Jika aku bisa dengan mudah melupakan hal-hal kecil yang menjadi kebiasaan burukku, maka aku akan dengan mudah menjawabnya. Sayangnya, pertanyaan Della tentu bukanlah pertanyaan yang mudah aku jawab.

“Umh, gimana ya? Ya, gitu deh.” Aku berusaha tenang menjawab pertanyaan Della

“Aku ngerti ko, kalau kamu belum bisa ngelupain dia, biarin aja, butuh waktu.”

Selama ini, Della adalah sahabatku yang selalu berbagi hal dan cerita. Termasuk ketika aku terjebak dalam perasaanku sendiri, dialah tempatku berbagi cerita di saat aku benar-benar butuh seseorang untuk menjadi teman curhatku.

Diantara pertemuanku dengan Della siang itu, hanya sampai disitu saja kami membicarakan tentang aku. Sedikit mengingat sebuah kisah yang dulu pernah menjadi bagian dalam perjalananku. Hmm, meski sejujurnya aku ingin benar-benar melupakannya, nampaknya aku belum bisa. Ternyata, tak semudah itu aku lupa. Dan jika kamu tanyakan bagaimana perasaanku? Maka itu akan menjadi pertanyaan kedua terberatku saat ini.

Aku ingin lupa, nyatanya aku kembali mengingatnya.

Tuhan, ketika kau hadirkan dia dalam kehidupanku, aku tak bisa menampik kalau aku bahagia bisa mengenal dan bersamanya. Tetapi, mengapa KAU datangkan dia dalam kehidupanku jika aku tak bisa bersamanya? Apakah adil untukku, atau untuk dia, jika akhirnya kami hanya terjebak dalam kehidupan yang tak pasti dan bermain rasa yang tak seharusnya berakhir seperti ini. Sungguh, aku hanya ingin semua ini berakhir jika memang KAU kehendaki berakhir. Bahkan jika perlu, jangan sisakan perasaanku padanya. Biarkan hilang bersama angin yang selalu setia memberikan kesegaran untukku.

Apakabar kamu, Lelakiku dulu? Apa kamu lupa denganku?

– Kereta Jogjakarta – Jakarta –

Advertisements

3 comments on “Fiksi : Lupa!

  1. Orin says:

    Ihiyyy…MakPon ngefiksi lagi. Lanjutkan Maaak 😉

  2. Teguh Puja says:

    Terjebak dalam perasaan. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s