Jika Waktu Mampu Berkata

Lelakiku,

Katakan bila caraku tak tepat untuk memahamimu
Katakan bila aku tak lagi mampu menjadi sandaran dikala dirimu sepi
Kini semua telah menjadi catatan lusuh yang tak lagi mampu kupuja
Sementara dalam benakku, masih teringat jelas tentang kita

Apa yang membuatmu sulit untuk mengungkapkan?
Hingga kau buat aku memekik semakin dalam diantara laraku?
Bukankah kenangan itu hadir karena kita?
Lalu, mengapa kau tak membuatnya berarti, setidaknya pantas untuk kita kenang?
Mengapa kau biarkan aku terpuruk sendiri dan membiarkan pikirku penuh dengan seribu tanya?

Aah… aku lelah dengan semua ini
Harapku tak kutemui lagi dari dirimu
Bahkan satu kata pun tak lagi mampu kau ucapkan, meski hanya kata “rindu” atau kata “maaf” karena mengacuhkanku.

Aku tak meminta banyak darimu
Aku ikhlas dengan kepergianmu
Namun jika masih ada pedulimu tentang kisah yang pernah kita torehkan, maka sebaiknya itu tak menjadi sulit bagimu, untuk mengucapkan selamat tinggal padaku.

Aku tak ingin tersakiti, seperti katamu yang pernah mengucap sayang padaku dan tak mungkin menyakitiku
Aku tak ingin membencimu, hanya karena kau pergi begitu saja, mengabaikanku
Aku tak ingin tentang kita menjadi tak berarti apa-apa
Aku tak ingin menitikkan air mata hanya karena rasa kesalku padamu
Setidaknya, kenanglah tentang kita, meski kita tak pernah bisa bersama.

Hanya ada satu waktu diantara waktu yang akan kutemui bersamamu. Yaitu saat kau datang padaku dengan semua sikapmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s