Siluet Energi

Rintik menyeringai ketika fajar beranjak pergi
Aku terbata dalam sebuah ingkar yang terikat
Nyatanya, siluet energi hadir diantara pendar yang tersingkap
Serupa awan yang menutup cahaya pelangi

Nafasku, nafasmu….
Hadir dalam siluet energi yang tersirat Membias lalu kembali merindukannya
Seperti tak ada habis lelah yang terasa
Menyimpan labirin tak berkesudahan

Aku hembuskan yang tersisa
Namun kembali kurangkai puzzle yang berserakan
Kuukir mimik dalam cermin sedemikian rupa
Hingga aku menyadari, aku masih perempuan yang sama.

Oh rindu… menjauhlah.
Aku sulit memahamimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s