Tentang Kita

Yara duduk dengan handsfree menempel di telinganya. Alunan musik merdu sepertinya membawa ia pada angan yang melambung, mengingatkan pada sebuah kisah tentangnya, lalu kembali membuat jarinya bergerak untuk mengetik kata demi kata, mengurai sesuatu yang menyesakkan, sesuatu yang tidak mudah untuk diurai.

****

Jika saja aku mampu menalar cinta dengan baik, maka ini tak akan sesulit yang kurasakan.

Kisah ini, tentang kita, seperti menjadi benang kusut yang sulit terurai.

Apakah kamu yang terlalu mengikatku, ataukah karena aku lupa akan simpul yang kubuat.

Seseorang berkata, cinta itu tak perlu memiliki, namun bagaimana jika cinta telah mengikatnya, sanggupkah nalar kembali pada hakikinya? Sanggupkah melepas keinginan terdalam atas nama cinta?

Hmmm… aku belajar dari kehidupan ini, tentang mereka yang hanya saling mengisi, atau pada mereka yang mencari pembenaran atas nama cinta. Tunjukkan padaku, cinta seperti apa yang ingin kau berikan?

Kamu…apakah cintamu hadir untukku seutuhnya?

Jangan biarkan aku merona pada semua pesonamu, yang tak lebih dari candu sesaatku.

Katakan jika itu benar, dan dekaplah aku lebih dalam.

Karena aku tak pernah tahu, seperti apa cinta yang ingin kau berikan untukku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s