Seperti Pelangi

Seperti pelangi yang selalu cerah dengan warna-warnanya, seperti itulah ketika jiwa menemukan kebahagiaannya
Apa yang terlihat, hanyalah cahaya-cahaya berwarna yang ceria dan menyenangkan
Jiwa akan tersenyum, atau bahkan tersipu malu ditemani kisah yang menari dalam ingatan

Hmm, indah bukan? Tak sedikitpun harus terbersit rasa sedih atau resah
Setidaknya, itulah yang selalu didamba, pada sebuah kisah yang terbingkai dengan indah, oleh cinta

Lalu, ketika pikir kembali menemukan nalarnya
Jiwa kembali menjadi safih yang tak menemukan arah
Berlari, bertekad menembus ombak diantara gelombang yang tinggi
Hingga menenggelamkan raga yang tak lebih kuat dari jutaan pasir yang mendorongnya ke lautan lepas

Lelah, terseok, bahkan untuk menarik diri keluar dari gulungan ombak pun, rasanya sulit
Pilihannya, pasrahkan diri pada gelombang yang menarik, atau berhenti sejenak tanpa melawan lalu mencari jejak pasir yang akan menuntun ke daratan?

Ah, bimbang bisa saja hadir dalam kondisi apapun
Dalam bahagia, senang atau bahkan saat terpuruk sekalipun
Hingga hati kembali menentukan pilihannya, maka saat itulah diri kembali menemukan pijakannya

Mudahkah? Tentu tidak
Ratusan bahkan jutaan rasa, dan ekspektasi pun akan tetap menari dalam angan kita
Seraya tetap menawarkan sesuatu yang lebih indah, atau bahkan semu
Tak heran, safih kembali menjadi safih yang tak berkesudahan, tanpa akhir
Karena alam bawah sadar akan sebuah kesenangan selalu mengatakan benar, inilah kebahagiaanku, tanpa peduli siapa yang akan dan di sakiti

Hmm… resonansi ini belumlah sempurna
Ada senang, ada khawatir, bahkan ketakutan terdalam
Dan jika semua dilakukan atas dasar cinta, cinta yang manakah yang akan dipilih?
Sementara, cinta yang tertanam bukanlah cinta yang tertutup indahnya kesetiaan

Sayang,
Biarkan matahari menjadi pengingat dengan sinarnya yang menyengat, agar kita tahu, hidup ini penat
Biarkan pelangi tetap menjadi yang terindah pada sebuah senja
Biarkan gemuruh hujan mendekap kita dalam angan masing-masing
Biarkan rintik hujan menjadi saksi akan kenangan yang terbingkai dengan indah
Biarkan malam menjadi catatan akhir pada hari yang kita lewati bersama
Meski kutahu, jangan pernah tanyakan lagi soal rasa
Karena aku, kamu, kita, telah menjadi satu dalam simpul pelangi, yang tak pernah pasti kapan akan kembali memberikan keindahan warnanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s