Pahami Saja

Ketika rasa tak lagi mampu terucapkan lewat kata-kata, maka diam adalah caraku berdamai. Dan menuliskannya, adalah caraku menyampaikan pikirku.
Ketika hati mulai terasa sesak, maka menerima adalah caraku memahamimu. Dan kuijinkan semuanya terlepas seperti maumu
Ketika hadir sebuah tanya, kembali kupahami segalanya, pada apa yang tak pernah bisa menjadi yakinku, atau yakinmu
Ketika amarah hadir dalam gemuruh rinduku, aku memilih untuk melepaskan keduanya, agar aku kembali berpikir jernih tanpa memaksa dengan apa yang kumau
Ketika rasa lelah menggodaku untuk meninggalkanmu, ada rasa lain yang memaksaku untuk bertahan
Ketika kutanya pada diriku seperti apa rasa itu? Maka jawabku jelas, dan tak perlu kau tanyakan lagi seperti apa aku padamu.
Ketika saatnya tiba, bukan karena aku tak lagi mengharapmu atau menanggalkan rasa yang kupelihara dengan indah, namun kenyataan yang menegurku, pada sebuah kisah yang tak akan pernah menjadi utuh.

Advertisements

3 comments on “Pahami Saja

  1. eruvierda says:

    bikin galau mbak…. ahahha

    sometime we have to keep sometime we have to let it go…

  2. Kakmoly says:

    Mba Izin re-blog ūüėÄ

  3. Kakmoly says:

    Reblogged this on Apeliijo and commented:
    14 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s