Sahabat, Jika Harus Pergi

Butuh keluar sejenak dari semua yang ada padamu, sekedar menyadarkanku bahwa kau meminta untuk pergi
Butuh helaan napas panjang dan berulang kali, sekedar untuk mengurai sesakku
Butuh pikir tanpa amarah, sekedar membawaku untuk memahami pada kondisi ini
Butuh tarikan napas lebih panjang, sekedar untuk menghentikan tangisku
Butuh ribuan jawab, sekedar untuk memenuhi tanyaku
Mengapa? Adakah kau hendak pergi karena rasamu telah habis?

Jika harus pergi… aku tak ingin memaksamu untuk tinggal
Ah… menyayat sekali saat kucoba urai rangkaian kata demi kata yang kau tuliskan
Mengingatmu akan pergi saja, kembali membuatku menitikkan air mata
Bukan karena aku merasa tersakiti, aku hanya takut akan kehilangan
Teringat akan semua kebersamaan kita, menjadi hal yang sulit untukku menerima maumu

Entahlah… mengapa rasaku sedalam ini
Mungkin Tuhan ingin mengingatkan bahwa kamu memang berarti untukku, untuk kami.
Jika harus pergi, pergilah penuhi harap dan maumu, meski itu terasa sangat berat
Namun jika masih ada harap untukku, tetaplah bersamaku, bersama dalam kebersamaan yang indah.
Hanya itu yang aku minta, sahabatku…

Advertisements

One comment on “Sahabat, Jika Harus Pergi

  1. DesmaGG says:

    Mak jalan2 ya ke blog ku biar aku bisa daftar KEB tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s